Selasa, 17 Juli 2012

Satu Cinta Seribu Cerita

                                                                                  
Cinta?
Apa sih artinya?
Apa bukan cuma sebuah kata semu yang sudah terprogram di bibir?
Apa bukan sebuah ketakutan akan kehilangan?
Apa bukan...
Bukan. Aku tidak tahu.
Salah. Aku tidak pantas!
Aku tidak pantas bicara cinta.
Sedang hati ini luka terbungkus manisnya.


Mengapa semua hal berdasar cinta?
Mengapa mereka begitu mudah?
Mengutarakan cinta seolah ia tak punya harga?!
Tunggu...
Dulu aku pun begitu.
Sebelum aku tahu siapa dia.


Mengapa bertanya kenapa bulan murung?
Mengapa bertanya kenapa bintang muram?


Tolong!
Tolong aku!
Luka ini terlalu perih untuk kuhela sendiri.
Ingin aku berteriak.
Keras.
KERAS!
Hingga semua mendengar.
Tidak.
Cukup kau yang mendengar.
Ya...
Cukup kau, dan aku.


Tapi bibir ini kelu
Terkunci rapat - rapat oleh gembok lara
Lidah ini kaku
Oleh tetesan air mata yang mengkristal dalam hati


Sungguh...
Seandainya kau tahu
Betapa susahnya mengumpulkan semua serpihan hati ini
Seandainya kau tahu
Betapa kosongnya aku
Seandainya kau tahu
Betapa aku merindukan kita yang dulu

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More